• rifai
  • Selasa, 14 Agustus 2018

Share Article :

Gempa Lombok

 

Pada hari minggu tanggal 5 agustus sekitar pukul 18:46:35 WIB Gempa berkekuatan 7.0 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Titik gempa berada di 8.37 Lintang Selatan - 116.48 Bujur Timur tepatnya 18 kilometer barat laut Lombok Timur, NTB dengan kedalaman 15 kilometer (TRIBUNNEWS.COM)

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa gempa tersebut berpotensi tsunami. Update Gempa Bumi Lombok pada pukul 06.00 WIB, Senin (6/8) tercatat sebanyak 124 gempa bumi susulan," kata Kepala Bagian Humas BMKG Harry Tirto Djatmiko (Detik.com)

 

Ini adalah gempa yang ke dua kalinya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hanya dalam kurun waktu 1 minggu. Gempa yang ke dua ini lebih dahsyat dikarenakan berkeuatan 7.0 Skala Richter, sedangkan gempa pertama berkekuatan 6,4 Skala Richter. Banyaknya gempa susulan dan berpotensi Tsunami, membuat warga Lombok banyak mengungsi ke tempat yang aman dan menjauhi daerah pantai (himbauan BNPB). Proses belajar mengajar di Provinsi NTB sementara diliburkan sampai keadaan sudah membaik. Proses evakuasi dan pencarian korban gempa masih terus dilakukan oleh Tim SAR.

 

Berikut sejumlah fakta terbaru terkait bencana gempa bumi di Lombok (Kompas.com):

  1. Pencarian korban terus dilakukan petugas

Dalam melakukan pencarian korban, para petugas menggunakan sejumlah peralatan, seperti combi tools, K12, chain saw, search cam, senter polarion, hidrolic pump, rescue cutting, karmantel, Alat Proteksi Diri (APD), slink, genset dan alkon serta anjing pelacak.

  1. Jumlah korban meninggal dunia mencapai 436 jiwa
    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis menyebutkan sebaran korban meninggal dunia berada di Kabupaten Lombok Utara 374 orang, Lombok Barat 37 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Timur 12 orang, Lombok Tengah 2 orang dan Kota Lombok 2 orang.
  2. 553 sekolah di Lombok, NTB, rusak akibat gempa
    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy mengatakan, terdapat 553 sekolah yang rusak akibat gempa bermagnitudo 7,0 yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8/2018) lalu.
  3. Gempa susulan sudah mencapai 576 kali
    BNPB mencatat hingga hari Minggu (12/8/2018) pukul 15.00 WITA terjadi 576 gempa susulan di wilayah NTB dan sekitarnya. Gempa susulan ini terjadi usai gempa besar bermagnitudo 7 pada Minggu (5/8/2018).
  4. Klarifikasi BMKG terkait gempa di Lombok
    Informasi menyesatkan terkait adanya energi gempa bermagnitudo 6,9 yang belum lepas di Lombok akhrinya dibantah oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Senin (13/8/2018). "Informasi dalam laman Facebook tersebut bukan merupakan hasil kajian BMKG. Pemilik akun Facebook tersebut juga bukan pegawai BMKG," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan resminya.

Gempa Lombok ini juga ternyata dirasakan oleh cabang Temprina yang berada di Pulau Bali. Info karyawan Temprina yang di cabang Bali, menginformasikan goncangan sangat terasa kuat dan lumayan lama (Didik, Marketing Temprina Bali). Kondisi di sana lebih beruntung dibandingkan dengan yang berada di Lombok. Kegiatan cabang Temprina di Bali masih berjalan seperti biasanya, namun tetap waspada jika terjadi gempa susulan yang hebat.

 

Mari kita berdoa untuk saudara – saudara kita yang terkena musibah di NTB, agar diberikan kesabaran dan kekuatan untuk menghadapi bencana ini. Semoga keadaan di NTB sudah bisa dikendalikan dan tidak ada bencana lagi yang sebesar ini terjadi di Negara kita. Momen Bulan Agustus yaitu bulan Kemerdekaan Bangsa Indonesia, Bersama – sama berdoa agar negara ini jauh dari bencana. #prayforlombok